Mui Belitung Minta Polisi Melakukan Tindakan Terhadap Togel

Mui Belitung, pendiri Maui Solitaire Club (MCL), meminta polisi melakukan judi togel di Kepolisian Maui. Berdasarkan catatan pengadilan, Belitung menyerahkan daftar pemain tersebut ke polisi. Nama-nama itu tidak ada dalam daftar pemain yang menang dalam permainan lotere. Meskipun MCL membantahnya, Belitung mengindikasikan bahwa dia mungkin telah menjadi korban penipuan lotere.

Belitung menyatakan bahwa jika polisi memintanya bermain lotere atas nama mereka, maka dia akan “mempertaruhkan seribu dolar.” Belitung lebih lanjut menyatakan bahwa jika polisi memintanya memberikan informasi pribadi para pemain, maka dia akan “mempertaruhkan mereka seribu dolar atau lebih.” Belitung lebih lanjut menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui bagaimana para pemain dalam daftar tersebut memberikan informasi pribadinya kepada polisi. Namun, dia mengetahui bahwa ini akan menjadi kesempatan yang baik bagi polisi untuk menangkapnya dalam suatu kesalahan. Jika mereka memintanya melakukan permainan lotere, dia berkata dia akan “melakukan apa yang mereka inginkan, lalu bertanya kepada saya.”

Banyak hal yang memperumit apa yang seharusnya dilakukan polisi dalam kasus ini. Satu hal, Belitung mengajukan permintaan undian ke polisi. Ini adalah indikasi yang jelas bahwa dia mencoba membuat polisi menyerahkan kendali lotere kepadanya. Dengan cara ini, Belitung akan mengontrol apa yang terjadi dengan lotere dan itu bisa menguntungkannya secara finansial. Permintaan untuk melakukan lotere datang beberapa bulan sebelum para pemain benar-benar perlu bermain lotere.

Dalam upaya mencegah polisi mengusut kasus tersebut, Belitung meminta polisi melakukan undian. Saat para pemain bertanya kenapa, dia bilang dia tidak tahu. Belitung sadar bahwa para pemain mungkin mengira polisi mencoba memanipulasi mereka untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka inginkan. Para pemain mungkin benar tentang itu. Namun, polisi tidak meminta penjelasan dari Belitung karena tujuannya bukan untuk mencari tahu apa yang mereka lakukan.

Sebaliknya, para pemain yang meminta polisi untuk melakukan undian hanya berusaha meyakinkan mereka bahwa ada baiknya Belitung menjadi pengawas undian. Benar jika Belitung tulus ingin menduduki jabatan itu. Dia tidak bermaksud menjadi bos karena itu akan terlalu jelas. Inti dari permainan ini adalah memenangkan jutaan.

Para pemain yang meminta polisi untuk melakukan lotere melakukannya bukan karena mereka sebenarnya ingin bertanggung jawab atas lotere tersebut. Mereka meminta polisi melakukan itu agar mereka bisa mempengaruhi Belitung untuk mengambil posisi yang mereka inginkan. Belitung dapat dengan mudah menjadi supervisor dengan menerima peran sebagai bos lotere. Para pemain akan mendapatkan akses ke semua uang yang disimpan di kolam dan mereka akan membagi keuntungan di antara mereka sendiri.

Jika para pemain benar-benar ingin mengendalikan lotere maka mereka akan memilih nomor yang tidak dipilih orang lain. Angka-angka seperti delapan, sembilan, sepuluh dan bahkan satu nomor tunggal. Jika mereka memilih satu nomor itu, maka Belitung tidak akan menjadi pengawas mereka. Tidak ada catatan bahwa ada pemain yang meminta polisi untuk melakukan undian.

Para pemain tidak meminta polisi untuk melakukan lotere sehingga mereka bisa mendapatkan akses ke jutaan. Mereka meminta polisi melakukannya karena ingin menang dan ingin kaya. Nyatanya, bukan para pemain yang meminta polisi melakukannya; itu adalah pemilik mesin lotre. Belitung bukanlah pengawas mesin lotre; itu hanya nama di tiket kemenangan.

Tulisan ini dipublikasikan di Judi Togel dan tag . Tandai permalink.